Sosial Budaya · Tualang

Menelisik Geliat di Perbatasan Timor

26 Agustus 2017 Panas terik sekejap menyapa saat baru saja mendarat di Bandar Udara A.A. Bere Tallo, Atambua. Kabupaten yang berada di sisi paling timur Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, merupakan titik awal sebelum masuk lebih jauh ke lokasi penugasan kali ini. Tujuan utama saya adalah Timor Tengah Utara dan Malaka, dua kabupaten yang sebelumnya…… Continue reading Menelisik Geliat di Perbatasan Timor

Catatan Harian · Sosial Budaya

Timur yang Mulai Berdenyut

11 September 2017 Dalam jadwal, tugas saya di Kasonaweja, Mamberamo Raya telah selesai. Selanjutnya, saya harus berpindah ke Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah yang jika dilihat pada peta terletak persis bersisian. Namun, sewajarnya kondisi di pedalaman  Papua, tidak ada moda transportasi langsung yang dapat membawa saya dari Kasonaweja ke Kobakma ini. Pilihannya hanya satu, kembali ke…… Continue reading Timur yang Mulai Berdenyut

Catatan Harian · Sosial Budaya · Tualang

Upaya Berdaya dari Mamberamo

Mendengar kata Papua selalu mendatangkan ketertarikan yang lebih. Bagaimana tidak, hingga abad-21 yang serba canggih ini, Papua masih menyisakan “ruang kosong” yang luas pada peta. Kondisi alamnya didominasi hutan tropika yang sulit ditembus, sebab dipagari oleh lembah curam dan pegunungan tinggi yang sebagian puncaknya berbalut salju. Topografi kompleks ini kemudian memilah manusia yang hidup di…… Continue reading Upaya Berdaya dari Mamberamo

Catatan Harian · Sosial Budaya

Teman itu Main Bareng!

“Ke Cirebon yuk, mumpung dr. Sujie lagi dinas disana. Banyak wisata sejarah, budaya, alam, dan kuliner loh…” Begitulah kira-kira pesan yang tetiba dilontarkan dalam sebuah grup percakapan whatsapp, awal Januari lalu. Grup tersebut berisi teman-teman sekelas saya selama tiga tahun masa SMA di Bukittinggi. Ide spontan itu mendapat respon positif. dr. Sujie sebagai tuan rumah,…… Continue reading Teman itu Main Bareng!

Catatan Harian · Resensi · Sosial Budaya · Tokoh

Antara Seni dan Realita yang Gamang

Beberapa waktu ini, saya larut menikmati dua karya seni dengan pesan mendalam. Film “Surau dan Silek” karya sutradara Arief Malinmudo, serta novel “Tapak Harimau Paderi” karangan Ridjaluddin Shar. Dengan garis keturunan dan kecintaan akan Minangkabau yang kuat, mereka mengangkat nilai budaya leluhur  sebagai inspirasi cerita. Menjadi menarik, sebab jika diresapi secara jujur, banyak pembelajaran dan…… Continue reading Antara Seni dan Realita yang Gamang